Hubungan Bilateral Bisnis Negara Indonesia dengan Negara Singapura

Pada dasarnya negara Indonesia dan Singapura memiliki tingkat komplementaritas ekonomi yang tinggi. Di satu sisi, Singapura mempunyai keunggulan di sektor knowledge, networking, financial resources dan technological advance. Sementara Indonesia memiliki sumber daya alam dan mineral yang melimpah serta tersedianya tenaga kerja yang kompetitif. Sebagai negara yang wilayahnya kecil, pasar domestiknya sangat terbatas dan sumber daya alamnya langka, Singapura sangat menggantungkan perekonomiannya pada perdagangan luar negeri.

Hubungan bilateral Indonesia-Singapura memiliki fondasi yang sangat kuat. Dibuktikan dengan telah ditandatanganinya berbagai Kesepakatan ataupun Perjanjian antara kedua negara. Selain itu, untuk fondasi kerjasama ekonomi khususnya antara Singapura dengan Batam dan Riau, kedua negara memiliki Legal Framework yang kokoh dengan ditandatanganinya beberapa Persetujuan antara lain:

  1. Basic Agreement on Economic and Technical Cooperation yang ditandatangani di Singapura 29 Agustus 1974;
  2. Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik RI-Singapura (1977);
  3. Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik untuk Pengembangan Pulau Batam (31 Oktober 1980);
  4. Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda/P3B (1990);
  5. Persetujuan Kerjasama Ekonomi dalam rangka Pengembangan Propinsi Riau (28 Agustus 1990);
  6. Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M/IGA) ditandatangani pada 16 Februari 2005. Indonesia meratifikasi pada Februari 2006;
  7. Framework Agreement on Economic Cooperation in the Island of Batam, Bintan and Karimun (SEZ’s), 25 Juni 2006

Impor utama Singapura dari Indonesia meliputi peralatan kantor dan alat-alat data processing, produk petroleum refinery, dan mesin-mesin data processing. Sementara ekspor utama Singapura ke Indonesia pada tahun yang sama meliputi produk petroleum, electrical machinery, dan peralatan perkantoran dan data processing.

Dalam bidang ketenagakerjaan, Singapura masih bergantung pada tenaga kerja asing (TKA) mengingat relatif kecilnya jumlah penduduk dan jumlah angkatan kerja. Kemudian KBRI Singapura pun mendatangkan tenaga kerja terampil bekerja dari Indonesia. Tenaga kerja tersebut meliputi perawat dan pekerja di bidang perhotelan dan restaurant.

Di bidang pariwisata dapat dikatakan bahwa wisatawan Singapura merupakan yang terbanyak. Begitupun sebaliknya, jumlah wisatawan Indonesia juga merupakan yang terbanyak yang berkunjung ke Singapura. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tersebut. Salah satu upayanya adalah kerjasama resiprokal pembebasan visa masuk Indonesia – Singapura, kerjasama dengan maskapai Singapore Airlines untuk mempromosikan Indonesia, pendirian kantor cabang Singapore Tourism Board di Jakarta, pembentukan Tim Koordinasi Kerjasama Ekonomi Sub Regional yang memiliki salah satu fungsi utama untuk meningkatkan kerjasama dibidang pariwisata antara negara anggota ASEAN, dan upaya KBRI Singapura bekerjasama dengan berbagai pihak guna mengundang ketertarikan warga Singapura untuk berkunjung ke Singapura melalui travel dialogue, misi kesenian dan road show.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s